China Klaim Kapal Patrolinya di dekat Natuna Sesuai Yurisdiksi

- 16 September 2020, 07:59 WIB
BADAN Keamanan Laut (Bakamla) Indonesia telah mengusir Coast Guard Tiongkok di Kepulauan Natuna.* //Dok. Bakamla RI

BERITABULUKUMBA.COM - Hak dan kepentingan China di perairan yang relevan di Laut China Selatan sudah jelas, demikian keterangan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin dalam konferensi pers, dikutip dari Reuters, Selasa 15 September 2020.

Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksamana Madya Aan Kurnia menyatakan, kapal patroli China memasuki ZEE di 200 mil lepas pantai Kepulauan Natuna utara pada Sabtu 12 September dan menjauh pada Senin 14 September setelah dilakukan komunikasi radio.

Berbagai laporan menyebutkan kapal penjaga pantai China sering beroperasi di samping kapal penangkap ikan yang digambarkan oleh para ahli sebagai milisi yang didukung negara.

"Sembilan garis putus-putus" dalam peta China menunjukkan klaim maritimnya yang luas termasuk perairan di lepas Kepulauan Natuna. Panel arbitrase internasional pada 2016 membatalkan garis tersebut.

Merujuk.aturan di bawah hukum internasional, kapal asing diizinkan melalui ZEE suatu negara, tetapi Bakamla RI menyebut kapal tersebut terlalu lama berada di ZEE Indonesia.

Kehadiran kapal penjaga pantai milik China hampir 2.000 kilometer di lepas daratannya telah mengkhawatirkan Indonesia, setelah banyak pertemuan antara kapal-kapal China di ZEE Malaysia, Filipina, dan Vietnam, yang mengganggu penangkapan ikan dan kegiatan energi.

Sebelumnya 10 bulan lalu  sebuah kapal penjaga pantai China bersama kapal penangkap ikan memasuki Laut Natuna Utara. Ketika itu Indonesia mengirim jet tempur dan memobilisasi nelayan.***

Editor: Alfian Nawawi

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X