Terparah di Eropa, Kota Madrid akan Lockdown

- 2 Oktober 2020, 12:22 WIB
Kelelahan hadapi Covid-19 di Spanyol, para tenaga medis dan dokter muda lakukan aksi demo di kota Barcelona demi mengkritik pemerintah /Firstpost.com

BERITABULUKUMBA.COM - Memiliki penduduk total lebih tiga juta jiwa, tercatat 859 kasus positif Covid-19 per 100.000 penduduk di kawasan otonom Madrid.  Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah itu menjadikan Spanyol menjadi salah satu negara dengan kasus terparah penyebaran infeksi virus corona di benua Eropa.

Sebagai area pandemi terparah di Eropa, Madrid akan ditutup di bawah aturan karantina wilayah (lockdown) dalam beberapa hari mendatang. Pemimpin wilayah itu pun telah menyetujui aturan dari pemerintah Spanyol, Kamis 1 Oktober 2020.

Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 di Bulukumba bertambah Lagi Empat Orang

Dalam rasio kasus secara nasional Madrid saat ini menyentuh jumlah 769.188 kasus. Angka itu yang tertinggi di Eropa Barat. Jumlah kasus kematian mencapai 31.791.

Pada Rabu malam Pemerintah Spanyol memutuskan untuk memberlakukan kembali lockdown di Madrid. Otoritas Madrid diberi waktu hingga Jumat malam untuk mempublikasikan detil aturan karantina wilayah. Sampai sejauh ini, aturan itu berarti hanya diterapkan di wilayah Madrid dan satu wilayah lainnya.

Baca Juga: Kerjasama Perusahaan China, Bio Farma Mulai Produksi Vaksin Covid-19 Januari 2021

Keputusan itu awalnya membuat geram otoritas wilayah, karena kekhawatiran mengenai dampak terhadap kehidupan masyarakat di kota yang terkenal dengan bar, restoran, dan banyak turis di masa-masa normal itu.

Kepala Wilayah Madrid, Isabel Diaz Ayuso, kemudian menyatakan di hadapan dewan kewilayahan bahwa ia tidak mempunyai pilihan lagi selain mengikuti keputusan karantina wilayah tersebut, meskipun akan pula mengajukan banding secara hukum.

Baca Juga: Heboh Saat Isu Potensi Tsunami 20 Meter di Indonesia, Ini Fakta Ikan Oarfish

"Kami akan secara ketat mematuhi semua perintah. Madrid bukanlah pembangkang, namun kami akan ke pengadilan untuk memperjuangkan hak-hak warga Madrid," kata Isabel.

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi

Sumber: Reuters, RRI


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X