Ribuan Rekannya Tewas dan Terluka, Pasukan Armenia Menolak Ikut Perang

- 20 Oktober 2020, 17:44 WIB
Presiden Azerbaijan Keras Tak Akan Mundur Sejengkal Pun Sampai Armenia Enyah dari Wilayahnya /mod.gov.az

BERITABULUKUMBA.COM - Ribuan tentara Armenia dilaporkan tewas dan terluka dalam pertempuran melawan serangan Azerbaijan. Kerugian besar itu dialami dalam pertempuran di Nagorno-Karabakh (Artsakh) melawan pasukan Azerbaijan

Mengutip Trend.az, sebuah resimen Angkatan Bersenjata Armenia menolak dikerahkan ke garis depan. Tewasnya ribuan tentara dan unit artileri yang hancur, mengakibatkan resimen senjata bermotor ke-527 Angkatan Bersenjata Armenia menolak ikut bertempur lagi.

Baca Juga: Cegah Interupsi, Debat Final Capres AS dilengkapi Tombol 'Mute'

Resimen senjata bermotor ke-527 semula akan kembali dikerahkan ke garis depan pertempuran. Akan tetapi, tewasnya sejumlah perwira dan prajurit membuat resimen ini turun kembali ke medan perang.

Pasukan militer Armenia diyakini sudah dalam posisi terdesak di sejumlah front. Dalam pernyataannya, Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, memastikan ada 13 desa di distrik Jabrayil yang sudah berhasil dibebaskan dari pendudukan pasukan Armenia.

Baca Juga: Kerjasama Bidang Pertahanan masuk dalam Agenda Prabowo di AS

"Soltanli, Emirvarli, Mashanli, Hasanli Alikeykhanli, Gumlah, Hajili, Goyerchinveysalli, Niyazguzlar, Kechel Memmedli, Shahvelli, Haji Ismayilli, dan Isagli desa-desa di distrik Jabrayil telah dibebaskan. Karabakh adalah Azerbaijan!" bunyi pernyataan Aliyev di akun Twitter pribadinya.

Sementara itu, pertempuran antara pasukan Azerbaijan dan Armenia masih terjadi di empat kota, Goranboy, Terter, Aghdam, dan Aghjabedi. Sejak Ahad 18 Oktober malam waktu setempat, pasukan Armenia masih menembaki keempat kota tersebut.

Baca Juga: Positif Covid-19, Rossi: Aku Sedih dan Marah

"Sepanjang malam, pasukan Angkatan Bersenjata Armenia menyerang wilayah Goranboy, Terter, dan Aghdam dengan mortar dan artileri. Sejak pagi, teritorial Aghjabedi berada dalam serangan," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Azerbaijan.***

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi

Sumber: Reuters, Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X