Omnibus Law Cipta Kerja Memiliki Beberapa Titik Kelemahan

- 20 Oktober 2020, 13:06 WIB
Demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law. /ANTARA FOTO/Didik Suhartono/

BERITABULUKUMBA.COM - Omnibus Law Cipta Kerja memiliki beberapa titik kelemahan. Hal itu diungkapkan oleh Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Anis Byarwati dalam beberapa catatan kritis mengenai seberapa besar UU Cipta Kerja ini dapat membantu ekonomi Indonesia pulih setelah tertekan pandemi Covid-19.

Anis mengatakan bahwa Omnibus Law tidak bisa banyak diharapkan menjadi solusi terhadap permasalahan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga: Kampung Zakat Kahayya di Bulukumba, Bukti Kekuatan Umat

"Omnibus Law Cipta Kerja memiliki beberapa titik kelemahan. Pertama, kelemahan itu berawal dari minimnya penjelasan tentang arah RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Pemerintah menyebut perbaikan iklim investasi namun tidak menerangkan secara detail bagaimana RUU ini berjalan memperbaiki roda perekonomian Indonesia," kata Anis, Selasa 20 Oktober 2020.

Kedua, menurut Anis, Pemerintah mengganggap UU Cipta Kerja diperlukan untuk menstimulus perekonomian nasional yang terhempas krisis apalagi di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga: MUI: Kalau Pemerintah Ngotot, Kita Serahkan Kepada Rakyat Maunya Seperti Apa 

Namun menurut Anggota Komisi XI DPR RI ini, perlambatan ekonomi Indonesia saat ini tidak bisa diselesaikan dengan hanya regulasi, karena permasalahan ekonomi Indonesia terletak kepada hal yang lebih mendasar.

"Di antara permasalahan ekonomi Indonesia yang mendasar adalah produktivitas tenaga kerja kita yang masih rendah. Menurut laporan Indeks Kompetisi Global yang dirilis di World Economic Forum (WEF) pada tahun lalu, kemampuan pekerja Indonesia berada di peringkat ke 65 dari 141 negara dengan skor 64," jelasnya.

Baca Juga: Jubir PA 212: Rezim Ini Hanya Tunduk Kepada Juragannya

Peringkat ini, menurut Anis, kalah dari negara tetangga seperti Malaysia yang berada di peringkat ke 30 dengan skor 72.5, walaupun kita masih unggul dari Thailand dan Vietnam yang berada di peringkat 73 dan 93. 

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi

Sumber: RRI


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X