Memprihatinkan, Lansia Ini Tergolek Tidak Berdaya

- 7 Oktober 2020, 14:50 WIB
BUPATI Bulukumba mengunjungi warganya, seorang lansia yang sedang sakit* /BeritaBulukumba.Com/Istimewa

BERITABULUKUMBA.COM -  Siti Zaenab dan Muhammad Said adalah dua orang lansia bersaudara yang tinggal di tempat yang tidak layak huni. Belum lama ini beredar info tentang mereka di media massa dan media sosial. Mereka berdua adalah warga Kampung Nipa Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujingbulu, Kabupaten Bulukumba.

Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali menyambangi kedua warganya tersebut di kediamannya, Rabu 7 Oktober 2020.

Baca Juga: Spot-Spot Baru Wisata Bira kian menggeliat

Di Kampung Nipa, Bupati mendatangi 3 rumah warga yang kurang mampu. Ia didampingi oleh Dandim 1411, Kadis Kesehatan, Kadis Sosial, Kadis Dukcapil, Camat Ujungbulu, Lurah Bentenge dan Ketua Baznas Bulukumba.

Yang pertama dikunjungi adalah kediaman Sitti Zaenab dan Muhammad Said. Keduanya menghuni bagian bawah belakang rumah panggungnya. Karena rumah panggungnya sudah tidak layak huni, pada tahun 2005 warga setempat membantu membangun tempat bernaung buat keduanya di bagian bawah belakang rumah yang berdinding seng.

Baca Juga: Atasi Kelangkaan Pupuk, Pria Berkacamata ini Tawarkan Solusi

Setelah kondisi mereka beredar luas di medsos, Camat Ujungbulu bersama pihak Puskesmas kemudian melakukan home care di rumah kakek nenek ini. Rumahnya dibersihkan dan mengecek kondisi kesehatannya, serta menyiapkan bahan pokok dari Dinas Sosial. Karena faktor usia, indra penglihatannya sudah kabur, bahkan sang nenek sudah tidak mampu berjalan. Untuk memenuhi makan minum orang tua umur 90 tahun lebih ini, setiap harinya disiapkan oleh tetangganya.

Hanya beberapa meter dari rumah Zaenab, Bupati bersama rombongan bergerak menuju rumah Tepu (64 tahun). Tepu sudah lama menderita infeksi tulang sejak umur 15 tahun. Sudah 50 tahun lebih tidak bisa berjalan normal. Kedua tulang kakinya kaku dan mengeras. Jika disentuh terasa bagai batang kayu.

Baca Juga: Bupati Bulukumba 'me-warning' ASN terkait Bantuan Usaha Mikro

Tepu mengaku di awal sakitnya dan masih bisa duduk, ia masih bisa berjualan es, namun setelah sakitnya tambah parah dia hanya mampu berbaring saja. Tepu tinggal bersama ibunya bernama Jumanna dan dirawat sama iparnya Saiya.

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X