Polisi tangkap dosen, ini pernyataan Polda Sulsel

- 13 Oktober 2020, 14:08 WIB
KABID Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo /BeritaBulukumba.Com/Istimewa

BERITABULUKUMBA.COM - Dalam aksi unjuk rasa mahasiswa dan buruh menolak Omnibus Law UU Cipta kerja di Makassar pada 8 Oktober di depan Kantor Gubernur Sulsel, seorang dosen UMI Makassar berinisial AM turut diamankan petugas kepolisian ketika berada di lokasi. 

Pernyataan keprihatinan diungkapkan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo. Ibrahim menjelaskan, Saat itu terjadi unjuk rasa hingga malam hari dan yang berujung anarkis.

Baca Juga: Mahasiswa blokade Jembatan Suramadu dengan tuangkan garam

"Prosedur pengamanan yang dilakukan Polri adalah membubarkan massa yang didahului imbauan melalui sound sistem dengan jangkauan sekitar dua km sehingga cukup jelas terdengar oleh semua pihak. Namun pendemo tetap anarkis sehingga aparat menyemprotkan water canon dilanjutkan penembakan gas air mata untuk mengurai massa,“ kata Kabid Humas dalam keterangan pers, Selasa 13 Oktober 2020).

Ibrahim menguraikan, pada situasi dan kondisi yang chaos serta prosedur yang sudah dilaksanakan oleh aparat sudah tidak diindahkan, maka patut dan wajar jika keberadaan orang-orang yang masih di tempat tersebut dicurigai sebagai pelaku kerusuhan. Seharusnya, dalam kondisi tersebut, menurut Ibrahim, warga yang bijaksana tentu bisa menilai situasi yang sedang terjadi dan sudah pasti akan meninggalkan tempat itu.

Baca Juga: Beredar isi KAMI tunggangi demo anarkis, ini tanggapan Din Syamsuddin

"Karena secara terang- terangan mereka tidak mematuhi imbauan petugas melalui sound sistem untuk membubarkan diri, dan bahkan melawan perintah aparat. Untuk itu sesuai kewenangan di dalam KUHAP, undang-undang membolehkan petugas memeriksa, memberhentikan, dan mengamankan seseorang yang dicurigai di tempat kejadian. Terkait dengan kondisi itu, ada beberapa orang yang diamankan termasuk AM ini,” kata Kabid Humas.

"Pihak kami akan melakukan pendalaman terkait prosedur yang dilaksanakan oleh petugas di lapangan, karena kita akan menyampaikan fakta yang sesuai," tutupnya.***

Editor: Alfian Nawawi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X