Pemuda Perantau ini sudah Tiga Tahun Terbaring Sakit

- 15 Oktober 2020, 13:46 WIB
Resky Hidayat dibezuk oleh Tim LAB Baznas Bulukumba.* /BeritaBulukumba.Com/Istimewa

BERITABULUKUMBA.COM - Sudah tiga tahun pemuda ini tergolek tidak berdaya di pembaringan. Pemuda perantau itu adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Lahir di Desa Padang, 23 tahun lalu. Namanya Resky Hidayat. Kondisi kesehatan tubuhnya terus menurun sejak kembali dari perantauannya di Malaysia.

Sakit yang pernah menderanya saat masih berada di Malaysia sering kali kambuh. Itu memaksanya harus tinggal di rumah. Tiduran sepanjang hari, siang dan malam.

Baca Juga: Menyasar Istana, Buruh Aksi Besar-besaran sampai 16 Oktober

"Sekitar tiga tahun mi tu sakit kodong. Awalnya baik-baik ji ketika baru pulang. Tapi, makin lama sakitnya makin parah," cerita Bu Alang, ibunda Resky, Kamis 15 Oktober 2020.

Salah seorang saudaranya bercerita, ketika sakitnya semakin parah, salah seorang perawat Puskesmas memintanya memeriksakan diri. Resky pun dibawa ke Puskesmas Gattareng untuk dirawat.

Baca Juga: Sekitar 700 Laporan Dugaan keterlibatan ASN di Pilkada 2020

Pihak Puskesmas merujuk Resky ke RSUD H. A. Sulthan Daeng Radja Bulukumba. Setelah menjalani pemeriksaan dan diagnosa penyakit, pihak RSUD memintanya dirujuk ke Makassar untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Sambil menunggu kesiapan ke Makassar, RSUD dan dokter memberinya obat dan resep tambahan untuk penanganan sakitnya. Tapi, karena berbagai alasan, termasuk soal kemampuan biaya, hingga saat ini pihak keluarga tak membawanya ke Makassar. Resky hanya diberi obat sesuai saran pihak medis.

Baca Juga: Relawan MDMC Dipukuli, Ini Pernyataan PP Muhammadiyah

Menurut keluarga, Resky punya Kartu Indonesia Sehat atau KIS Mandiri, tapi sudah lama tidak menabung lagi. "Sekitar dua tahun mi tidak pernah dibayar," ungkap Bu Alang.

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X