Di Hari Literasi Internasional, Pegiat Literasi Ini Punya Pesan Untuk Pemerintah

- 8 September 2020, 18:51 WIB
Anak-anak desa membaca buku di Pojok Baca Rakyat 137 Bolongnge. /BeritaBulukumba.Com/Istimewa

BERITABULUKUMBA.COM - Salah satu pegiat literasi Bulukumba, Sri Puswandi membeberkan beberapa harapannya di Hari Literasi Internasional 8 September 2020.

"Momentum peringatan Hari Aksara Internasional atau Hari Aksara Sedunia hari ini adalah bagaimana kita bisa memahami, mengingatkan dan memajukan gerakan literasi sebagai upaya kita bersama untuk upaya pencerdssan. Literasi adalah martabat dan hak asasi manusia. Maka literasi memang semestinya bergerak secara inklusif, " kata Sri Puswandi yang juga seorang pengelola pojok baca di kampungnya di Desa Salassae. Namanya Pojok Baca Rakyat 137 Bolongnge.

Sri Puswandi di Kedai Kopi Litera
Sri Puswandi di Kedai Kopi Litera

"Tentu kita berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait punya skema yang jelas dalam program literasi yang inklusif, " harap pemuda ini yang juga dikenal sebagai inisiator komunitas Lorong Baru, sebuah jejaring dan gerakan kaum tani dan rakyat miskin kota.

Sri Puswandi mengungkapkan, bahwa literasi bukan hanya ranah baca tulis.
Literasi adalah juga bagaimana masyarakat terutama di pedesaan bisa mengakses edukasi maupun permodalan dengan mudah di bidang pertanian alami dan support pemerintah pada ekonomi kerakyatan.

"Begitu juga dengan pemerintah desa di Kabupaten Bulukumba, kita berharap ke depan melalui dana desa mendorong gerakan literasi pedesaan, bukan hanya menyediakan stok buku perpustakaan namun juga stok penggemblengan kaum tani dan marjinal lainnya, itu salah satunya," pungkas Sri Puswandi.***

Editor: Alfian Nawawi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X