Pasien Covid 19 di DKI yang Tolak Isolasi Terpusat akan dijemput Aparat

- 14 September 2020, 08:28 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. //ANTARA

BERITABULUKUMBA.COM - Pemerintah DKI Jakarta kembali memberlakukan PSBB secara lebih ketat untuk mengganti PSBB Transisi, mulai hari ini Senin 14 September. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan bahwa jika ada pasien positif COVID-19 menolak untuk isolasi terpusat di tempat yang telah ditentukan maka akan dilakukan penjemputan oleh petugas kesehatan dengan aparat penegak hukum.

"Semua yang ditemukan positif diwajibkan untuk isolasi secara terkendali di tempat-tempat yang telah ditetapkan. Bila ada kasus positif yang menolak isolasi di tempat yang telah ditentukan maka akan dilakukan penjemputan oleh petugas kesehatan bersama dengan aparat penegak hukum," kata Anies di Jakarta, dikutip dari Antara, Ahad 13 September 2020,

"Isolasi mandiri di rumah tinggal memiliki potensi pada penularan COVID-19 klaster rumah karenanya isolasi mandiri di rumah harus dihindari. Dan klaster rumah ini sudah terjadi, karena tidak semua kita memiliki pengetahuan pengalaman untuk bisa menjaga agar kesehariannya tidak menularkan kepada orang lain," jelasnya.

Untuk isolasi tersebut Pemerintah DKI, menurut Anies, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran dengan kapasitas lebih dari 2.500 kamar disiapkan untuk menangani orang tanpa gejala (OTG) atau gejala ringan yang terpapar COVID-19. Juga sementara disiapkan Tower 4 dan 5

Gubernur DKI Jakarta itu telah menyampaikan permintaan agar pasien terpapar COVID-19 yang OTG atau gejala ringan menjalani perawatan secara terpusat. Saat ini pihak Pemerintah DKI masih masih mencari alternatif lain untuk menyiapkan tempat perawatan bagi pasien yang terpapar COVID-19 termasuk kemungkinan gelanggang olah raga (GOR).***

Editor: Alfian Nawawi

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X