Unjuk Rasa Tolak UU Ciptaker munculkan klaster baru Covid-19

- 13 Oktober 2020, 19:55 WIB
Sekitar seribuan massa aksi gabungan organisasi kemahasiswaan dan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kabupaten Tasikmalaya melakukan aksi unjuk rasa menolak pengesahan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja, Kamis, 8 Oktober 2020. /Pikiran-rakyat.com/Aris M Fitrian/

BERITABULUKUMBA.COM - Data dari Satgas Covid-19 sejauh ini, tercatat 123 mahasiswa dari enam provinsi di perguruan tinggi Indonesia reaktif Covid-19, setelah mengikuti aksi demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Sebanyak 21 orang dari total 253 demonstran mahasiswa yang diperiksa di Sumatera Utara. Sebanyak 34 dari 1.192 mahasiswa di DKI Jakarta. Di Jawa Timur ditemukan 24 dari 650 demonstran mahasiswa.

Baca Juga: Ketua DPRD Bulukumba ke DPR RI Tolak Omnibus Law

Kemudian, 30 dari 261 demonstran mahasiswa di Sulawesi Utara, dilanjutkan 13 dari 39 demonstran mahasiswa di Jawa Barat dan seorang dari 95 demonstran mahasiswa dari DI Yogyakarta.

Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 meminta para perguruan tinggi untuk melakukan pemeriksaan massal terhadap mahasiswa yang mengikuti demonstrasi tolak Undang Undang Cipta Kerja dalam seminggu terakhir. 

Baca Juga: Liputan media inklusif sangat penting di masa pandemi

"Kami imbau agar pihak universitas yang mahasiswanya mengikuti kegiatan aksi tersebut untuk melakukan identifikasi dan testing," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa 13 Oktober 2020.

Mahasiswa yang terdeteksi reaktif akibat demonstrasi selama ini mulai bermunculan di mana-mana, dan menuju terbentuknya klaster baru Covid-19, yakni Klaster Demonstrasi Mahasiswa.

Baca Juga: Mahasiswa blokade Jembatan Suramadu dengan tuangkan garam

 

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X