Amnesty International: Penangkapan Petinggi KAMI untuk Menakuti Masyarakat

- 15 Oktober 2020, 04:54 WIB
Petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Pusat, Syahganda Nainggolan. /RRI

BERITABULUKUMBA.COM - Penangkapan terhadap delapan aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) memantik beragam reaksi dari para tokoh, lembaga, maupun masyarakat luas. Reaksi keras dikeluarkan oleh Amnesty Internasional yang menyatakan Presiden Jokowi telah melanggar janjinya sendiri untuk melindungi hak asasi manusia.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid secara blak-blakan mengatakan bahwa tindakan polisi dilakukan untuk membuat masyarakat ketakutan.

Baca Juga: Habieb Rizieq Segera Pulang Pimpin Revolusi Menyelamatkan NKRI

"Penangkapan ini dilakukan untuk menyebar ketakutan di antara mereka yang mengkritik pengesahan Undang-Undang Omnibus Cipta Kerja," ujar Usman Hamid dalam keterangan tertulis, dikutip dari Warta Ekonomi, Kamis 15 Oktober 2020.

Usman menegaskan bahwa pihak berwenang harus segera membebaskan mereka tanpa syarat yang dijerat hanya karena mempraktikkan kebebasan berbicara.

Baca Juga: Viral Ambulans Ditembaki Polisi Saat Demo

Di sisi lain, kata dia, penangkapan itu menunjukkan bahwa kebebasa berekspresi di negara ini sedang terancam. "Bisa dilihat sebagai upaya untuk mengintimidasi oposisi dan mereka yang mengkritik rezim yang sedang berkuasa," tuturnya.

Polri menyatakan telah menangkap delapan orang petinggi KAMI di Jakarta dan Medan. Tiga di antaranya yaitu Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Anton Permana. Mereka dituduh menghasut aksi demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berujung anarkistis.

Baca Juga: Soal UU Ciptaker, Para Kepala Daerah Minta Bertemu Presiden Jokowi

Usman mengaku cukup khawatir dengan situasi ini. "Sangat mengkhawatirkan bahwa ketiganya ditangkap dengan dugaan pelanggaran UU ITE," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi

Sumber: Warta Ekonomi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X