Menyasar Istana, Buruh Aksi Besar-besaran sampai 16 Oktober

- 15 Oktober 2020, 13:08 WIB
Kaum buruh mengepung kantor Pemkab Karawang menuntut UU Cipta Kerja dicabut. /Dok./

BERITABULUKUMBA.COM - Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DEN KSBSI) menyerukan buruh setanah air tetap melakukan aksi unjuk rasa dari Senin hingga Jumat di Istana Kepresidenan dengan tuntutan menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dan mendesak Presiden Jokowi menerbitkan Perppu pembatalan Undang-undang tersebut.

Sekitar 670 ribu buruh dari seluruh Indonesia dari 27 provinsi dan 241 kabupaten atau kota ambil bagian dalam aksi ini. Aksi demonstrasi buruh ini tertuang dalam surat pemberitahuan aksi kepada Polri tertanggal 9 Oktober 2020.

Baca Juga: Sekitar 700 Laporan Dugaan keterlibatan ASN di Pilkada 2020

Deputi Presiden Bidang Konsolidasi Dewan Eksekutif Nasional KBSI, Surnadi membenarkan hal tersebut.

"Seruan ini berlaku untuk buruh seluruh Indonesia bukan hanya untuk di Jakarta. Aksinya dari tanggal 12 sampai 16 Oktober itu instruksi untuk seluruh Indonesia," kata Surnadi seperti dikutip dari Tribunnews.com pada Kamis 15 Oktober 2020.

Sunardi mengatakan, pada tanggal 12 Oktober lalu, sejumlah buruh turun di wilayah Serang, Jakarta, Bogor dan Bekasi. Pada hari itu, buruh telah melakukan aksi longmarch dari Patung Kuda menuju Istana Negara.

Baca Juga: Relawan MDMC Dipukuli, Ini Pernyataan PP Muhammadiyah

"Kemarin 13 Oktober sebenarnya ada buruh dari Tangerang yang mau ke Jakarta cuma ditahan di Daan Mogot. Kalau mau melawan, bisa saja cuma pasti chaos kita enggak mau," kata dia.

Sementara itu, pada 14 Oktober kemarin, ada sekitar 15 ribu buruh turun di Banten, lalu di Lampung, maupun Batubara, Sumatera Utara.

"Kalau tanggal 15 Oktober lumayan banyak buruh yang turun ada di Palembang, Riau, kota Bandar Lampung, Kalimantan Selatan juga ada," katanya.

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi

Sumber: RRI


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X