Gatot mengaku tidak tahu bagaimana pelaksanaan pemikiran Presiden Jokowi

- 15 Oktober 2020, 15:27 WIB
Usai pidato sambutannya dalam silaturahim KAMI dengan warga Jatim, Gatot Nurmantyo mengunggah foto ini di Instagram-nya. /Instagram/nurmantyo_gatot/

 

BERITABULUKUMBA.COM - Salah satu Presidium Koalisi Aksi Menyelematakan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo mengaku tidak tahu bagaimana pelaksanaan dari pemikiran Presiden Jokowi itu selanjutnya. Mantan Panglima TNI itu akhirnya angkat bicara soal berbagai tudingan terhadap KAMI
 
”Tiba-tiba saja diproses, dan seperti siluman, dalam arti tidak transparan. Ini menimbulkan pertanyaan. Satu dua hari sebelumnya, presiden bilang jangan buat kegaduhan. Justru inilah yang buat kegaduhan,” kata Gatot.

Baca Juga: Menyasar Istana, Buruh Aksi Besar-besaran sampai 16 Oktober

Dari situasi itulah, lanjut Gatot, pada saat buruh berdemonstrasi maka KAMI mendukung. ”KAMI selalu menyuarakan hati rakyat. Dukungan KAMI adalah dukungan moral, tapi kami tidak ikut. Kalau perorangan ya silakan. Tapi KAMI dituduh ada di balik demo, bahkan dituduh mendesain aksi radikal. Sebenarnya gak perlu repot-repot menuduh, ada BIN, ada Polri. Pelaku pembakaran kan bisa dilihat di CCTV, mudah saja,” kata Gatot.

Baca Juga: Relawan MDMC Dipukuli, Ini Pernyataan PP Muhammadiyah

Gatot menegaskan bahwa KAMI memang mendukung aspirasi buruh dan mahasiswa. Gatot lalu menceritakan bahwa pada pertengahan periode pertama Presiden Jokowi pusing memikirkan investasi. Di Indonesia peraturannya banyak dan tumpang tindih, birokrasinya panjang dan ribet. Akibatnya investor ragu-ragu masuk ke Indonesia.
 
Dengan santai Gatot pun menjawab tuduhan sebagai dalang demonstrasi buruh dan mahasiswa yang berbuntut aksi anarkistis.
 
Baca Juga: Habieb Rizieq Segera Pulang Pimpin Revolusi Menyelamatkan NKRI

”Alhamdulilah, belum berumur dua bulan tapi bisa mengerahkan jutaan orang. Dan hebatnya kami tidak ikut,” jawab Gatot.

Salah satu Presidium KAMI itu mengatakan bahwa boleh saja orang memiliki persepsi atau penilaian seperti itu. ”Secara resmi KAMI mendukung aksi yang dilakukan buruh dan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya,” tegasnya.

Baca Juga: Amnesty International: Penangkapan Petinggi KAMI untuk Menakuti Masyarakat

Jadi, butuh UU yang birokrasinya simpel, aparaturnya bersih, akuntabilitasnya tingggi sehingga pengusaha mau masuk. Bagaimana pun juga bagi pengusaha sangat penting melihat jaminan baik kepastian hukum dan kepastian kelanjutan usaha ke depannya.

”Saya tahu tujuan UU Cipta Kerja ini sangat mulia. Tekanan terhadap pemerintah sangat tinggi. Dari 3 juta tenaga kerja baru, ada 1 juta sarjana. Pemerintah harus menyiapkan lapangan kerja buat mereka, pemerintah juga harus memfasilitasi perjanjian WTO. Maka harus dibuat terobosan. Ini yang dipikirkan presiden,” urai Gatot.***

Editor: Alfian Nawawi

Sumber: Warta Ekonomi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X