Kapitra Ampera: Mereka Mau Gulingkan Presiden Jokowi

- 16 Oktober 2020, 01:06 WIB
Ilustrasi massa aksi dari FPI, GNPF Ulama, dan PA 212. /Galamedia

BERITABULUKUMBA.COM - Anak buah Megawati Soekarnoputri, Kapitra Ampera mengatakan, aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law punya agenda untuk menggulingkan pemerintahan sah saat ini.

Kelompok yang dimaksud Kapitra adalah tiga ormas besutan Habib Rizieq Shihab yakni Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) dan GNPF Ulama, yang tergabung dalam Aliansi Anti Komunis (Anak) NKRI yang getol menggelar aksi demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Baca Juga: Gatot mengaku tidak tahu bagaimana pelaksanaan pemikiran Presiden Jokowi

“Saya melihat demo ini demo yang tidak fokus, demo yang tidak kontekstual, melebar kemana-mana dan nampak sekali demo ini tidak berkaitan dengan UU. Demo ini sebagai pintu masuk aja bagaimana ingin menjatuhkan Pak Jokowi sebagai presiden,” katanya, dikutip dari Warta Ekonomi, Kamis 15 Oktober 2020.

Menurut praktisi hukum ini, massa yang merupakan gabungan dari beberapa ormas Islam itu sengaja membentuk framing kebencian kepada Presiden Jokowi.

Sebab, lanjut Kapitra, massa aksi masih menuntut UU Haluan Ideologi Pancasila dalam aksi mereka, padahal UU tersebut telah ditunda pembahasannya.

Baca Juga: Menyasar Istana, Buruh Aksi Besar-besaran sampai 16 Oktober

Nggak ada fokusnya mereka, gak bisa bedakan mana UU omnibus law, mana UU Cipta Kerja, terus merambah lagi ke UU HIP. Segala pandangan dan argumentasi disampaikan demi membuat framing pemerintah telah salah dalam mengambil kebijakan,” katanya lagi.

Kapitra juga menilai demonstrasi bukanlah pilihan yang bijak dalam mengemukakan aspirasi karena berpotensi dilakukan secara anarkis, menimbulkan korban dan merusak berbagai fasilitas umum.

“Jika benar dugaan adanya agenda tersembunyi aksi untuk menjatuhkan pemerintah dengan cara-cara yang tidak konstitusional, maka hal tersebut merupakan tindakan makar sebagaimana yang diatur di dalam ketentuan 107 KUHP,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi

Sumber: Warta Ekonomi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X