BEM SI: Pemerintah mencoba mengintervensi gerakan mahasiswa

- 16 Oktober 2020, 14:51 WIB
Tangkapan layar Instagram BEM SI /Instagram/@bem_si

BERITABULUKUMBA.COM - Pemerintah dinilai telah mencoba mengintervensi gerakan mahasiswa dengan mengeluarkan Surat Edaran Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kemendikbud nomor 1035/E/KM/2020 yang mengimbau Pembelajaran Secara Daring dan Sosialisasi UU Cipta Kerja. Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Wilayah Jabodetabek-Banten Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Bagas Maropindra.

Baca Juga: Tokoh KAMI Diborgol, Andi Arief: Mereka Bukan Teroris

Ia menyebut pemerintah tengah melakukan berbagai cara untuk menggembosi gerakan masyarakat yang menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja. Bahkan, ia menilai pemerintah tengah mencuci otak masyarakat.

"Melalui segala cara pemerintah berusaha mencuci otak rakyat dengan segala macam instrumen yang dimilikinya agar rakyat berhenti atas perjuangannya dalam penolakan UU Cipta Kerja," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat 16 Oktober 2020.

Baca Juga: Gatot mengaku tidak tahu bagaimana pelaksanaan pemikiran Presiden Jokowi

Selain itu, ia mengatakan kekuatan berlebih dari aparat kepolisian saat menghadapi demonstran juga dinilai sebagai bentuk represif negara terhadap penolakan UU Cipta Kerja.

"Serta berbagai upaya penyadapan terhadap para aktivis dan akademisi yang menolak UU Cipta Kerja," sambungnya.

Baca Juga: Kapitra Ampera: Mereka Mau Gulingkan Presiden Jokowi

Bagas mengatakan, hari ini sekitar 6.000 mahasiswa kembali melakukan unjuk rasa ke Istana Negara. Tuntutannya adalah mendesak Presiden Joko Widodo untuk membatalkan Omnibus Law UU Cipta Kerja melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undangan (Perppu).***

Editor: Alfian Nawawi

Sumber: Warta Ekonomi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X