IPW: Penangkapan Petinggi KAMI untuk Menguji Nyali Gatot Nurmantyo

- 16 Oktober 2020, 16:57 WIB
Presidium KAMI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo (tengah) di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/10/2020). ANTARA/Anita Permata Dewi/pri. /

BERITABULUKUMBA.COM -  Setidaknya ada tiga tujuan penangkapan Syahganda Nainggolan dkk. Salah satunya adalah untuk menguji nyali Gatot Nurmantyo sebagai tokoh KAMI apakah dia akan berjuang keras membebaskan Syahganda dkk atau tidak. Hal itu diungkapkan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane.

Neta mengatakan, tujuan lainnya yaitu untuk mengalihkan konsentrasi buruh dalam melakukan aksi demo dan menolak UU Ciptaker. Tujuan selanjutnya yakni memberi terapi kejut bagi KAMI dan jaringannya agar tidak melakukan aksi-aksi yang "menjengkelkan" bagi rezim Jokowi

Baca Juga: Rupiah Ambruk di Level Terbawah Asia

"Pencidukan terhadap para petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) adalah penangkapan aktivis kritis kelima kalinya selama pemerintahan Jokowi.Sebelumnya empat penangkapan terhadap para aktivis dengan tuduhan makar  kasusnya tidak dilanjutkan ke pengadilan. Padahal tuduhannya sangat serius, yakni makar. Tapi kok tidak lanjut ke pengadilan?" kata Neta, dikutip dari Warta Ekonomi, Jumat 16 Oktober 2020.

Neta menduga kasus tersebut tak dilanjutkan karena rezim saat ini tidak yakin dengan tuduhan makar tersebut. Karena itu, setelah ditahan beberapa minggu, para aktivis kritis tersebut dibebaskan semuanya.

Baca Juga: Kapitra Ampera: Mereka Mau Gulingkan Presiden Jokowi

"Jadi tiga penangkapan terdahulu yang dilakukan rezim Jokowi hanyalah sekadar terapi kejut buat para aktivis kritis dan proses demokrasi. Bagaimana dengan penangkapan Syahganda dkk. atau para petinggi KAMI? Semua itu tak lain juga sekadar terapi kejut untuk para pengikut KAMI," tutur dia.

Neta menilai, sejak semula rezim Jokowi sudah mengincar pergerakan KAMI yang dianggap cenderung menjengkelkan. Berbagai aksi penolakan di berbagai daerah sudah dilakukan, tapi aktivis KAMI tetap saja "bandel" bermanuver. Untuk menangkap mereka, polisi tidak ada alasan kuat.

Baca Juga: Tokoh KAMI Diborgol, Andi Arief: Mereka Bukan Teroris

"Tiba-tiba melakukan penangkapan pasti akan ramai-ramai dikecam publik sehingga pas ada momentum aksi demo menolak UU Cipta Kerja, penangkapan pun dilakukan," ujar dia.

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi

Sumber: Warta Ekonomi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X