MUI: Kalau Pemerintah Ngotot, Kita Serahkan Kepada Rakyat Maunya Seperti Apa

- 20 Oktober 2020, 12:11 WIB
Ilustrasi Demo Tolak Omnibus Law. /Antara

BERITABULUKUMBA.COM - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi menegaskan bahwa MUI sudah menerima naskah asli Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dari Menteri Sekretaris Negara Pratikno. 

"Kalau pemerintah masih ngotot dan tidak mau mendengarkan saran dari kita, ya kita serahkan kepada rakyat. Artinya, terserah rakyat maunya seperti apa," katanya kepada awak media, Senin 19 Oktober 2020.

Baca Juga: Jubir PA 212: Rezim Ini Hanya Tunduk Kepada Juragannya

MUI akan segera mengkaji naskah UU tersebut dan menyampaikan hasilnya ke pemerintah.

"Nanti terserah pemerintah mau bagaimana menanggapi masukan dari MUI. Kita sudah punya naskah UU Cipta Kerja yang asli. Kita sudah mulai membahas UU Cipta Kerja ini bukan berdasarkan informasi dari pihak yang tidak jelas," ujarnya. 

Baca Juga: Video Lama Habibie Viral: Penjara Hanya Untuk Pelaku Kriminal

MUI berharap agar pemerintah mendengarkan aspirasi rakyat. Sekian banyak protes kepada pemerintah dan DPR, namun tidak didengarkan. Waketum MUI menegaskan, jangan sampai aspirasi rakyat tumpah ke jalan-jalan sehingga akan menimbulkan pro dan kontra.

"Kalau paradigmanya adalah arogansi kekuasaan, mentang-mentang berkuasa, ini bukan penyelesaian yang terbaik dari negarawan yang bijak, negarawan yang bijak itu tahu mengapa dirinya diprotes, ini sudah diprotes di mana-mana tapi masih tidak mengerti," kata Kiai Muhyiddin.

Baca Juga: Gatot Ingatkan Polri agar Bertindak Profesional, Rakyat sudah Cerdas

Kiai Muhyiddin mengatakan MUI akan mengkaji titik lemah dan kekuatan UU Cipta Kerja sehingga tahu apa saja yang harus dihilangkan dan dipertahankan. Untuk itu, MUI sudah membentuk tim terdiri dar pakar hukum dan perundang-undangan serta ahli ketatanegaraan.

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi

Sumber: Warta Ekonomi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X