Para Dosen Dukung Mahasiswa Geruduk Istana Jokowi

- 20 Oktober 2020, 16:34 WIB
Ribuan mahasiswa Purwokerto, Jawa Tengah, berkerumun di Alun-alun menolak Omnibus Law. /Pikiran-Rakyat.com/Eviyanti

BERITABULUKUMBA.COM - Para dosen yang terhimpun dalam Aliansi Akademisi memberikan dukungan kepada segenap elemen mahasiwa yang menggelar aksi unjuk rasa menuntut Jokowi membatalkan UU Cipta Kerja melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undangan (Perppu). 

"Kami tetap menyampaikan Mosi Tidak Percaya kepada pemerintah dan wakil rakyat yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat," tegas Koordinator Aliansi BEM SI, Remy Hastian, Selasa 20 Oktober 2020.

Baca Juga: Polisi Siap Ciduk Penggerak Aksi Rusuh

Dosen Universitas Negeri Jakarta yang mewakili Aliansi Akademisi Menolak Omnibus Law, Abdil Mughis Mudhoffir menyatakan, bahwa imbauan dari Kemendikbud kepada mahasiswa untuk tidak ikut demo adalah pengekangan kebebasan akademik dan berpendapat.

Bahkan, Aliansi menegaskan bahwa demonstrasi adalah bentuk dari buntunya saluran kritik yang telah dilakukan oleh rakyat melalui berbagai kertas kebijakan, karya ilmiah, maupun opini di media. 

Baca Juga: Omnibus Law Cipta Kerja Memiliki Beberapa Titik Kelemahan

"Demonstrasi dijamin oleh konstitusi, imbauan ini bertentangan dengan Prinsip-Prinsip Surabaya untuk Kebebasan Akademik (2017), khususnya prinsip empat dan prinsip lima," katanya.

Prinsip keempat itu berbunyi, insan akademis harus bebas dari pembatasan dan pendisiplinan dalam rangka mengembangkan budaya akademik yang bertanggung jawab dan memiliki integritas keilmuan untuk kemanusiaan.

Baca Juga: Jubir PA 212: Rezim Ini Hanya Tunduk Kepada Juragannya

Kemudian, prinsip lima berbunyi otoritas publik memiliki kewajiban untuk menghargai dan melindungi serta memastikan langkah-langkah untuk menjamin kebebasan akademik.

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi

Sumber: Warta Ekonomi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X