Gatot Menegaskan Tidak Takut Perlakuan Polisi Terhadap Aktivis KAMI

- 22 Oktober 2020, 11:14 WIB
POTRET Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo. /ANTARA/Zuhdiar Laeis/

BERITABULUKUMBA.COM - Gatot menegaskan sebagai mantan Panglima TNI, Ia tidak akan takut dengan perlakuan polisi terhadap sejumlah aktivis KAMI. Baginya, prajurit TNI di mata dunia internasional dicap sebagai tentara supernekat, bukan lagi sekadar pemberani.

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo sudah mengingatkan kepada para aktivis KAMI untuk siap dengan risiko yang akan dihadapi dalam perjuangan.

Baca Juga: Geger, Brosur Berisi Ajakan Menjarah dan Membakar

Ia meyakinkan para anggota KAMI selama menyampaikan hati nurani rakyat dan kebenaran tidak perlu khawatir apalagi malu dengan anggapan orang.

Gatot itu merespons penangkapan delapan anggota KAMI dan perlakuan polisi saat menampilkan mereka dalam jumpa pers dengan tangan diborgol. Gatot menegaskan tidak akan ciut nyali meskipun dengan perlakuan berlebihan polisi kepada para aktivis KAMI.

Baca Juga: Mahfud Membongkar: Presiden Buruh Berkali-kali Datang ke Kantor Saya

"Saya ini mantan Panglima TNI, kalau dilihatin tiga orang saudara kami yang diborgol, terus saya takut, saya minta maaflah, apalah, bagaimana saya menjaga adik-adik saya yang sekarang menjabat Panglima TNI, Kasad, Kasal, Kasau, akan diomongin orang," kata Gatot Nurmantyo di ILC tvOne, Selasa 20 Oktober 2020 malam.

Diketahui, sejumlah anggota hingga pentolan KAMI diamankan Polri terkait kerusuhan unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja di Jakarta dan Medan, Sumatera Utara. Di antaranya Khairi Amri, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat (JH), Anton Permana (AP), Juliana (JG), Novita Zahara (NZ), Wahyu Rasasi Putri (WRP), Kingkin Anida (KA) dan Deddy Wahyudi.

Baca Juga: Para Dosen Dukung Mahasiswa Geruduk Istana Jokowi

Jumhur Hidayat dan Anton Permana dijerat Pasal 28 Ayat (2), Pasal 45a Ayat (2) UU ITE dan Pasal 14 Ayat (1) serta Ayat (2) dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 dan Pasal 207 KUHP dengan ancamannya 10 tahun. Sedangkan Syahganda Nainggolan dijerat Pasal 14 Ayat (1) dan Ayat (2) dan/atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP dan/atau Pasal 45a Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang UU ITE.

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi

Sumber: Warta Ekonomi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X