Fadli Zon Khawatir Vaksinasi 'Palu Arit' Jadikan Rakyat Indonesia Kelinci Percobaan

- 24 Oktober 2020, 20:20 WIB
Seorang dokter menunjukan vaksin Sinovac.* /AP/Eraldo Peres/ /

BERITABULUKUMBA.COM - Fadli Zon me­nyebut vaksin Sinovac asal China yang akan segera disuntikkan pada rakyat Indonesia sebagai vaksin “palu arit”, simbol yang selama ini identik dengan PKI. Fadli khawatir, penyuntikan vaksin Sinovac menjadikan rakyat hanya sebagai kelinci percobaan.

Pernyataan kontroversial Fadli ter­sebut disampaikan dalam sebuah talk show di salah satu stasiun televisi. Dia mengkritisi rencana pemerintah yang akan melakukan vaksinasi pada bulan depan dengan vaksin Sinovac.

Baca Juga: Gus Nur Ditangkap, Orang NU Apresiasi Polisi

"Vaksinasi dengan Sinovac sangat gegabah. Vaksin asal China ini belum lulus uji klinis fase III. Seharusnya pemerintah mem­perhatikan aspek keamanan dan keampuhan vaksin," kata Fadli, dikutip dari Warta Ekonomi, Sabtu 24 Oktober 2020.

Fadli mengaku khawatir dengan alasan tidak ingin Indonesia dijadikan pasar vaksin Covid­-19 oleh perusahaan farmasi global. Terlebih, Presiden Joko Wi­dodo pernah berucap, Indonesia akan mandiri melalui Vaksin Merah Putih. “Kok ini sekarang jadi vaksin palu arit,” kritiknya.

Baca Juga: Rizal Ramli: Demokrasi Kriminal Hanya Bekerja Untuk Bandar

Dalam akun Twitter miliknya, @Fadlizon, dia kembali memviralkan omongannya soal vaksin Palu Arit ini. “Vaksin Merah Putih vs Vaksin Palu Arit. Saya sih pilih Vaksin Merah Putih. Jangan ada yang tergesa­gesa impor vaksin dan menjadikan rakyat sebagai bebek percobaan,” cuitnya.

Direktur Eksekutif Charta Po­litika, Yunarto Wijaya mengomentari Fadli dengan pernyataan yang me­nohok sambil melampirkan sebuah berita yang isinya, kegiatan Prabowo menerima alkes dari China. “Alkes palu arit?” sindir Yunarto.

Baca Juga: PA 212 ke Jokowi: Lebih Baik Mundur Secara Terhormat

Bantuan yang diterima Prabowo itu berupa Alkes seperti Disposable Me­dical Mask 70 ribu, Medical Surgical Mask 9 ribu, KN95 Respirator dan Surgical Mask­cone 9 ribu, Medical Goggles 6.300, dan Disposable Medical Protective Screen 4.500.

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi

Sumber: Warta Ekonomi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X