Gus Nur Ditangkap Polisi, Fadli Zon: Mirip Zaman Penjajahan!

- 25 Oktober 2020, 12:09 WIB
Fadli Zon. //YouTube/ Fadli Zon Official/

BERITABULUKUMBA.COM - Terkait penangkapan terhadap Gus Nur oleh polisi, Fadli Zon menilai mirip era penjajahan. Bahkan lebih jauh Fadli menilai sebagai penistaan terhadap konstitusi, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM).

"Penangkapan-penangkapan seperti ini mirip seperti di zaman penjajahan Belanda dan Jepang dulu," kata Fadli melalui akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu 24 Oktober 2020.

Baca Juga: Rizal Ramli: Demokrasi Kriminal Hanya Bekerja Untuk Bandar

Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap Gus Nur di kediamannya di Malang, Jawa Timur, Sabtu din hari 24 Oktober 2020. 

Gus Nur dilaporkan ke Bareskrim Polri dalam sebuah pernyataannya di acara dialog salah satu channel YouTube. Ia ditangkap karena diduga melakukan ujaran kebencian terhadap  Nahdatul Ulama(NU).

Baca Juga: Fadli Zon Khawatir Vaksinasi 'Palu Arit' Jadikan Rakyat Indonesia Kelinci Percobaan

"Harus ada yang mendata dan mencatat bahkan membukukan sudah berapa banyak orang ditangkap karena UU ITE yang diinterpretasikan seperti ini. Jelas ini penistaan terhadap konstitusi, demokrasi, dan hak asasi manusia," kata politisi Gerindra ini.

Laporan itu dilakukan oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim. Polisi pun menerima pelaporan itu dengan nomor register LP/B/0596/X/2020/Bareskrim tertanggal 21 Oktober 2020.

Baca Juga: Gus Nur Ditangkap, Orang NU Apresiasi Polisi

"Gus Nur ini sudah berkali-kali melakukan ujaran kebencian terhadap NU, tak hanya sekali ini. Tentu kami merasa ini tidak boleh kami diamkan perlu kami mintai pertanggungjawaban Gus Nur, oleh karena itu kami mencoba melaporkan ke Bareskrim," kata Aziz di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu 21 Oktober 2020.***

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi

Sumber: Warta Ekonomi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X