Sudah Dilobi Orang Istana, Muhammadiyah dan MUI Tak Goyah

- 26 Oktober 2020, 09:58 WIB
Ilustrasi istana negara /Indonesia.go.id

BERITABULUKUMBA.COM - Presiden Jokowi sudah mengutus Menteri Sekretaris Negara, Pratikno untuk melobi Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal UU Ciptaker.

Kedua organisasi dan lembaga tersebut tetap konsisten menyuarakan penolakan terhadap Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Mereka tidak goyah meskipun sudah diundang Presiden Jokowi ke Istana Negara pada Rabu 21 Oktober 2020 lalu.

Baca Juga: Gus Nur Ditangkap Polisi, Fadli Zon: Mirip Zaman Penjajahan!

Saat  itu para petinggi Muhammadiyah, yakni Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Sekum Abdul Mu'ti, serta Ketua Majelis Hukum dan HAM Sutrisno Raharjo, bertemu Presiden Jokowi di Istana 

Hadir juga Mensesneg Pratikno dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Abdul Mu'ti mengungkapkan Presiden Jokowi menjelaskan secara panjang lebar terkait latar belakang, materi, dan peran strategis dalam peningkatan ekonomi di indonesia.

Baca Juga: Fadli Zon Khawatir Vaksinasi 'Palu Arit' Jadikan Rakyat Indonesia Kelinci Percobaan

"Presiden juga menegaskan sikap dan pandangan terkait banyaknya kritik dari masyarakat," tuturnya.

Dalam pertemuan selama 1,5 jam itu, kata dia, Muhammadiyah tetap mengusulkan penundaan pelaksanaan Omnibus Law UU Cipta Kerja. "Untuk menciptakan situasi yang tenang dan kemungkinan perbaikan," imbuh Mu'ti menyebutkan alasannya.

Baca Juga: Gus Nur Ditangkap, Orang NU Apresiasi Polisi

Di Indonesia, dia menyebutkan penundaan pelaksanaan UU bukan barang langka. Ada beberapa UU yang ditunda pelaksanaannya karena berbagai alasan. Misalnya, kesiapan, penolakan dari masyarakat, dan sebagainya. Bagaimana respons Presiden terkait usulan tersebut? Kata dia, Presiden menyatakan akan mengkaji dengan seksama.

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi

Sumber: Warta Ekonomi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X