Pasukan Habib Rizieq Kepung Kedubes Prancis 1 November

- 30 Oktober 2020, 22:52 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal PA 212 Novel Bamukmin /

BERITABULUKUMBA.COM -  Tiga ormas besutan Habib Rizieq Shihab yakni Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), dan GNPF-MUI dipastikan akan mengepung Kantor Kedutaan Prancis di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 1 November 2020 mendatang.

Wakil Sekjen PA 212, Novel Bamukmin membenarkan kabar tersebut. 

"Aksi kami merupakan buntut pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang telah menghina agama Islam. Kita  kepung Kedubes Prancis," kata Novel di Jakarta, Kamis 29 Oktober 2020.

Baca Juga: Ngabalin ke Musni: Rektor Kok Isi Kepalanya Hanya Ada Sampah

Novel juga mengatakan bahwa massa aksi akan berkumpul tepat di depan kantor Kedutaan Besar Prancis. Sementata itu, dalam pamflet yang beredar di medsos, aksi itu nantinya akan dibuka dengan serangkaian acara Maulid Agung sebagai bukti kecintaan pada Nabi Muhammad SAW.

Sebelumnya, Presiden Macron menggambarkan Islam sebagai agama dalam krisis dan mengumumkan rencana aturan yang lebih ketat untuk menangani yang disebutnya 'separatisme Islam' di Prancis. Istilah itu, menurut Macron, merujuk pada sekelompok penganut Islam ekstremis/fanatik yang "melenceng" dari nilai-nilai republik.

Baca Juga: Teror terhadap Gereja di Prancis Mengakibatkan Tiga Orang Tewas

"Dalam konteks Islam radikal — karena ini yang jadi topik pembahasan dan mari kita bicara dan menyebut masalah ini — kehendak yang secara sistematis ingin melanggar aturan hukum republik dan membentuk aturan sendiri, [...] dan ini secara perlahan mengarah ke penolakan terhadap kebebasan berekspresi, kebebasan hati nurani, dan hak untuk menistakan (agama), dan diri kita pada akhirnya diam-diam berubah jadi seseorang yang radikal," kata Presiden Macron lewat pidatonya yang disiarkan di laman resmi Kedutaan Besar Prancis di Jakarta.

Reaksi Pemerintah Indonesia adalah memprotes pidato Presiden Prancis, Emmanuel Macron dan mendesak pemerintah Prancis agar tidak mengaitkan Islam dengan terorisme atau ekstremisme.

Baca Juga: Umat Islam Boikot Produk Prancis, Abu Janda Justru Sengaja Makan di Restoran Prancis

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X