Ancaman Resesi Siap Menelan Ekonomi Indonesia

- 2 November 2020, 20:18 WIB
Ilustrasi Resesi /Google/

BERITABULUKUMBA.COM - Jurang resesi menganga lebar dan siap menelan Indonesia bulat-bulat. Ekonomi Indonesia perlu bersiap diri. Presiden Jokowi mengumumkan secara resmi bahwa pertumbuhan ekonomi akan kembali minus, yakni mencapai -3% pada kuartal III tahun 2020. Kuartal sebelumnya, ekonomi Indonesia tercatat -5,32%.

"Pada kuartal III ini, kita juga mungkin sehari, dua hari, tiga hari akan diumumkan oleh BPS, juga masih berada di angka minus. Perkiraan kami minus 3 persen, naik sedikit," ujar Kepala Negara, dalam konferensi pers, Senin 2 November 2020.

Baca Juga: Pecahnya PD III di Laut China Selatan harus diwaspadai Indonesia

Sampai sejauh ini nilai tukar rupiah masih terjerembab di bawah tekanan dolar AS. Tercatat rupiah mengalami koreksi -0,18% ke level Rp14.641 per dolar AS pada perdagangan Senin, 2 November 2020.

Meskipun demikian rupiah yang sebelumnya jatuh di hadapan banyak mata uang, kini mulai bertenaga. Bahkan, tiga mata uang global lainnya berhasil ditekan oleh rupiah, yaitu dolar Australia (0,23%), poundsterling (0,51%), dan euro (0,03%).

Baca Juga: Telak! Felix Siauw 'Ceramahi' Abu Janda: Kalau Mencintai Rasulullah Ya Tampakkan

Sementara itu, performa rupiah di Asia terpantau variatif dengan kecenderungan memerah. Sore ini, rupiah melemah terhadap dolar Taiwan (-0,22%), won (-0,16%), dolar Hong Kong (-0,16%), dan dolar Singapura (-0,07%). Kemudian, rupiah tercatat unggul terhadap ringgit (0,11%), yuan (0,05%), dan baht (0,02%).***

 

Editor: Alfian Nawawi

Sumber: Warta Ekonomi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X