Gatot Tolak Bintang Mahaputera, Apa Isi Suratnya ke Jokowi?

- 11 November 2020, 18:15 WIB
Jendral TNI (purn) Gatot Nurmantyo. //ANTARA/Aditya E.S.Wicaksono/

BERITABULUKUMBA.COM - Ketidakhadiran Gatot Nurmantyo dalam acara pemberian penghargaan Bintang Mahaputera di Istana Negara menuai perhatian publik dan para pengamat. Mengingat saat ini Gatot Nurmantyo sangat vokal mengkritik pemerintahan Jokowi, bersama kelompoknya KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia). 

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono menjelaskan bahwa Gatot  mengirimkan surat yang ditunjukan kepada Presiden Jokowi, terkait alasan ketidakhadirannya dalam penganugerahan tersebut.

Baca Juga: Warga Sekampung Jokowi Rela Jalan Kaki 8 Km Menyambut Habib Rizieq

"Pak Gatot bersurat kepada bapak Presiden bahwa dirinya tidak hadir, isinya mungkin nanti pak Menko Polhukam yang akan menyampaikan," katanya  kepada awak media, Rabu 11  November 2020.

Hari ini Presiden Jokowi menganugerahkan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan berupa Bintang Mahaputra dan Bintang Jasa, kepada para pejabat dan juga mantan pejabat negara di Kabinet Kerja 2014-2019.

Baca Juga: Tokoh Tionghoa Minta Jokowi Ikut Sambut Habib Rizieq 

Mantan pejabat yang menerima Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan diantaranya, ada Rini Soemarno yang merupakan mantan Menteri BUMN di Kabinet Kerja, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, mantan Menteri ESDM Ignatius Jonan, ada pula mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman.

Heru menyebut, salah satu isi dari surat yang dikirimkan Gatot, adalah meminta Presiden Jokowi, lebih memberikan terhadap TNI. Selain itu, Gatot juga menyinggung soal kondisi Covid-19 Indonesia.

Baca Juga: Ternyata Armenia Cuma Bermodalkan Senjata Bekas Uni Soviet

"Mungkin ada beberapa isi yang beliau tidak setuju. Mungkin kondisi Covid-19, dan harus memberi perhatian pada TNI. (Isi) Di suratnya seperti itu, dan ditujukan ke Bpk Presiden. Itu hak beliau. Yang jelas negara melaksanakan tugasnya, memberikan (penghargaan) kepada para mantan menteri, mantan Panglima TNI, mantan Kapolri, mantan Kepala Staf TNI, yang memang patut diberikan," imbuhnya.***

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi

Sumber: RRI


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X