Beberapa Fakta Unik di Seputar Debat Kandidat Pertama Pilkada Bulukumba

- 6 November 2020, 22:56 WIB
DEBAT Kandidat Pilkada Bulukumba 2020.* /Bulukumba.Pikiran-Rakyat.Com/Istimewa

BERITABULUKUMBA.COM - Perhelatan Debat Kandidat pertama Pilkada Bulukumba 2020 di Hotel Gammara Kota Makassar pada Jumat malam 6 November 2020 menyisakan beberapa catatan. Terdapat beberapa hal yang disoroti publik terutama warganet di Kabupaten Bulukumba. Mulai kualitas live streaming yang ngadat, kapasitas paslon hingga materi debat.

Meskipun disiarkan langsung oleh beberapa media elektronik, kanal YouTube, dan akun Instagram, justru banyak warga Bulukumba yang mengaku tidak puas karena jaringan justru ngadat ketika debat berlangsung. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pemuda Bulukumba, Muhammad Ierham Lahia.

Baca Juga: Menyibak kembali memori dan kearifan lokal 'mappaolli' dalam Festival Pinggir Sawah

"Ditempatkan di Makassar dengan fasilitas jaringan ngadat membuat saya kecewa atas debat calon Bupati Bulukumba," ketusnya, Jumat 6 November 2020.

Warga lainnya memperbincangkan sepatu yang dipakai oleh salah satu paslon yakni Tomy Satria Yulianto dan Andi Makkasau. Paslon nomor urut 3 yang berjuluk "Kacamatayya" dan bertagline "Terus Mengabdi" itu kompak memakai sepatu sneakers berwarna hijau. Ditambah lagi dengan pilihan warna baju yakni kemeja hijau dan celana panjang hitam. Berbeda dengan tiga paslon lainnya yang tampil dengan kemeja putih.

Baca Juga: Bupati Bulukumba: PNS wajib hukumnya netral di pilkada

Yang juga menyita perhatian adalah ketika Tomy Satria Yulianto dan pasangannya memaparkan visi dan misi dengan cara yang berbeda. Tomy sama sekali tidak melihat atau menyontek naskah saat memaparkan program strategis, visi dan misi serta capaian Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba saat ia menjabat sebagai Wakil Bupati.

"Capaian pemerintah berjalan dengan baik. Terbukti Indikator Pembangunan berjalan baik, IPM semakin meningkat, angka kemiskinan menurun," ulas Tomy Satria.

Baca Juga: Mural Cantik Kreasi Warga di Kota Tanpa Kumuh

Tomy juga menjelaskan sejumlah program strategisnya, di antaranya di sektor pangan dan jasa dengan perbaikan infrastruktur, pelayanan dasar masyarakat berupa pendidikan dan kesehatan gratis, cadangan pupuk pemerintah, serta program lainnya.

Halaman:

Editor: Alfian Nawawi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X