Indonesia Sudah Punya Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial

- 25 September 2020, 19:31 WIB
Ilustrasi kecerdasan buatan. /Pixabay/

BERITABULUKUMBA.COM - Saat ini Indonesia sudah memiliki kerangka untuk penerapan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial. Demikian diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nizam, dikutip BeritaBulukumba.Com dari Antara, Jumat 25 September 2020.

Basis kerangka tersebut berlandaskan pada dua hal. Pertama, pengembangan ekosistem pembelajaran kecerdasan buatan (AI Learning). Kedua, ekosistem inovasi kecerdasan buatan (AI Innovation).

"Strategi untuk pengembangan AI, tujuannya antara lain menyiapkan talent pool untuk AI yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kedua, menyiapkan talenta yang dapat menciptakan lapangan kerja baru dengan kreativitas dan inovasi, serta menyiapkan talent pool yang dapat berkompetisi secara nasional dan global," ujar Nizam dalam "Huawei Asia Pacific Ascend Ecosystem Online Forum 2020," Jumat.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud dan Huawei telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam penerapan e-learning, pelatihan TIK, untuk mendukung talenta Indonesia dalam sektor Teknologi dan Informatika pada Juli 2020.

Prioritas dari Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial tersebut juga akan fokus pada lima area, yakni edukasi dan riset, kesehatan, mobilitas dan kota cerdas, keamanan pangan, serta reformasi birokrasi. Lima area itu difokuskan sebagai implementasi kecerdasan buatan, selain juga menyoroti isu lain, seperti industri dan pertanian.

"Untuk merangkul iklim digitalisasi baru dalam pendidikan, dan juga untuk membuat kampus lebih pintar dan membuat lingkungan belajar sesuai dengan yang dibutuhkan era abad-21," kata Nizam.

Nizam mengatakan, mengutip riset McKinsey, 23 pekerjaan akan hilang di Indonesia dikarenakan revolusi industri, namun pada saat bersamaan pekerjaan baru diharapkan akan muncul.

Nizam mengungkapkan, sebanyak 27-46 juta pekerjaan baru akan muncul, bahkan pekerjaan yang belum pernah ada sebelumnya, sebagai hasil dari kreasi dan inovasi teknologi. 

Pihak Al sebagai mitra pemerintah dalam pengembangan ekosistem AI, baik dalam hal riset dan pengembangan, maupun pengembangan talent pool, adalah penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi, Huawei.***

Editor: Alfian Nawawi

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X